PENGARUH PENGGUNAAN POWERPOINT TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA BIDANG STUDI IPA SUB KONSEP ORGAN-ORGAN DALAM SISTEM PERNAPASAN MANUSIA
Endah Jubaedah
Abstrak
Penelitian ini didasarkan pada latarbelakang bahwa relatif rendahnya hasil belajar siswa khususya pada pembelajaran IPA. penelitian ini untuk menemukan pengaruh yang signifikan dalam penggunaan powerpoint dalam pembelajaran IPA di SMPN 1 Karangtengah. Metode yang digunakan adalah metode penelitian Quasi Eksperiment. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan powerpoint mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran IPA dalam sub konsep organ-organ sistem pernapasan pada manusia.
The study were based on a relatively low background that student learning outcomes especially in natural science learning. The study to find a significant effect in the use of Powerpoint in learning science at SMPN1 Karangtengah. The result showed there is a significant effect on cognitive learning outcomes of students in learning science , this is evidenced by the growing understanding of the concept of the student in the learning process after a given learning with powerpoint
Kata kunci: Powerpoint, Hasil Belajar, IPA, Organ Sistem Pernapasan Manusia, Kognitif
Pendahuluan
Pendidikan merupakan proses kultural yang sangat kompleks yang dapat diguankan sebagai perencanaan kehidupan (Sardiman, 2010:14). Proses pendidikan tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan yang dijarahkan dan bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkalitas dan pembangunan sector ekonomi yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan.
Pada hakikatnya proses belajar mengajar memerlukan suatu cara untuk berinteraksi dengan siswa. Salah satunya mampu menerapkan metode pembelajaran dan media pembelajaran. Pada kenyataan sebagian guru hanya mampu menerapkan beberapa metode ataupun media pembelajaran. Padahal, untuk menunjang pembelajaran yang bermakna diperlukan penerapan berbagai media pembelajaran dalam mengajar. Akan tetapi penggunaan media pembelajaran yang bervariasi tidak menguntungkan kegiatan belajar mengajar bila pengguanaan tidak tepat dengan situasi lingkungan dan kondisi psikologi anak didik.
Berdasarkan pengamatan sementara di SMPN 1 Karangtengah Kabupaten Garut ditemukan permasalahan mengenai masih rendahnya prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPA Biologi, kegiatan pembelajaran yang masih bersifat konvensional serta belum adanya pemanfaatan media pembelajaran powerpoint. Siswa masih diberikan metode yang masih bersifat lebih pasif seperti metode ceramah sedangkan untuk media hanya berpusat pada media yang bersifat teks seperti buku rujukan.
Rendahnya prestasi dan negatifnya sikap murid khususnya terhadap mata pelajaran IPA adalah disebabkan beberapa hal seperti: kurikulum yang padat, materi pada buku pelajaran yang dirasakan terlalu banyak dan sulit untuk dimengerti, media belajar yang kurang efektif, metode pengajaran yang tradisional dan tidak interaktif, sistem evaluasi yang buruk, dan rendahnya motivasi siswa.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka rumusan masalah adalah sebagai berikut:
- Bagaimana hasil belajar siswa sebelum menggunakan powerpoint dalam pembelajaran IPA di SMPN 1 Karangtengah?
- Bagaimana hasil belajar siswa setelah menggunakan powerpoint dalam pembelajaran IPA di SMPN 1 Karangtengah?
- Apakah terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan powerpoint terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di SMPN 1 Karangtengah?
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, maka tujuan dalam penelitian ini adalah:
- Untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum menggunakan powerpoint dalam pembelajaran IPA di SMPN 1 Karangtengah
- Untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan powerpoint dalam pembelajaran IPA di SMPN 1 Karangtengah
- Untuk menemukan pengaruh yang signifikan dalam penggunaan powerpoint terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di SMPN 1 Karangtengah
Kajian Literatur
Microsoft powerpoint merupakan sebuah software yang dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan Microsoft, dan merupakan salah satu program berbasis multimedia. Didalam komputer, biasanya program ini sudah dikelompokkan dalam program microsoft office. Program ini dirancang khusus untuk menyampaikan presentasi, baik yang diselenggarakan oleh perusahaan, pemerintahan, pendidikan, maupun perorangan, dengan berbagai fitur menu yang mampu menjadikannya sebagai media komunikasi yang menarik.
Darmawan (2012: 162) mengemukakan bahwa powerpoint merupakan office bagi para programer pembelajaran yang sangat menguntungkan. Hal ini dilihat pada versi powerpoint yang semakin maju dengan kelangkapan fitur-fitur yang semakin lengkap.
Jadi Penggunaan program ini pun memiliki kelebihan sebagai berikut:
- Penyajiannya menarik karena ada permainan warna, huruf dan animasi, baik animasi teks maupun animasi gambar atau foto.
- Lebih merangsang anak untuk mengetahui lebih jauh informasi tentang bahan ajar yang tersaji.
- Pesan informasi secara visual mudah dipahami peserta didik.
- Tenaga pendidik tidak perlu banyak menerangkan bahan ajar yang sedang disajikan.
- Dapat diperbanyak sesuai kebutuhan, dan dapat dipakai secara berulang-uang
- Dapat disimpan dalam bentuk data optik atau magnetik. (CD / Disket / Flashdisk), sehingga paraktis untuk di bawa ke mana-mana.
Hasil belajar berasal dari kata hasil dan belajar. Hasil adalah pendapatan, sesuatu yang diciptakan, sukses. Muhibbin syah (2000: 65) mengatakan bahwa belajar adalah tanggapan perubahan tingkah laku individu yang relatif mnenetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Maka hasil belajar oleh siswa merupakan pengetahuan, pengetahuan, keterampilan serta nilai dan sikap yang diperoleh seseorang setelah terjadi interaksi dengan sumber belajar.
Pada prinsipnya hasil belajar itu merupakan segenap rasa psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dari proses belajar (Syah, 2008 : 150).
Menurut Syah (2006 : 114) faktor- faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat kita bedakan menjadi tiga macam,yakni:
- Faktor internal (faktor dari dalam siswa, yakni keadaan/ kondisi jasmani dan rohani siswa.
- Factor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa.
Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan mempelajari materi- materi pelajaran
Menurut taksonomi Bloom (Sudjana, 2004: 55-55) ada tiga ranah (wilayah) yang berhubungan degan pengembangan indiivdu dalam proses belajar untuk mendapat perubahan dan pengembangan potensi diri yang dimiliki sehingga dapat diperoleh karakteristik tingkah laku yang sesuai dengan tujuan yang dikehendaki yakni:
- Ranah kognitif (intelektual), meliputi : ilmu pengetahuan (pengenalan, perseptual, dan ingatan), pemahaman, aplikasi dan penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi
- Ranah apektif (sikap), meliputi : penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi dan internalisasi
- Ranah psikomotor (keterampilan), meliputi : gerakan reflex, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perceptual, keharmonisan dan ketepatan, gerakan keterampilan kompleks dan gerakan ekspresif dan interpretative
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuanyang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Di tingkat SMP/MTs diharapkan ada penekanan pembelajaran Salingtemas (Sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep IPA dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana.
Menurut mata pelajaran IPA di SMP/MTs bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
- Meningkatkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya.
- Mengembangkan pemahaman tentang berbagai macam gejala alam, konsep dan prinsip IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
- Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran terhadap adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat
- Melakukan inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bersikap dan bertindak ilmiah serta berkomunikasi
- Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan serta sumber daya alam
- Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan
- Meningkatkan pengetahuan mengenai konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
Untuk materi organ tubuh sistem pernapasan manusia ini bertujuan sebagai berikut:
- Siswa dapat menyebutkan Struktur organ-organ pernapasan pada manusia
- siwa dapat menjelaskan Fungsi organ pernapasan pada manusia
- Guru dapat menggunakann powerpoint dalam materi organ tubuh sistem pernapasan manusia
- Guru dapat mengembangkan powerpoint dalam materi organ tubuh sistem pernapasan manusia
- guru dan siswa dapat menetahui hikmah dibalik lengkapnya organ tubuh yang dimiliki manusia dengan penuh rasa syukur terhadap-Nya.
Pada penelitian ini materi yang disajikan tentang Organ-organ pernapasan manusia. Bernapas adalah salah atu ciri makhluk hidup. Bernapas merupakan uapaya makhluk hidup untuk memasukkan gas oksigen ke dalam tubuh dan mengeluarkan gas karbon dioksida ke luar tubuh. Untuk bernapas manusia mempunyai alat atau organ pernapasan.
Organ respirasi (pernafasan) pada manusia dibedakan menjadi saluran pernafasan dan paru-paru beserta alveolusnya. Saluran pernafasan terdiri dari hidung, pharinx bagian epiglotis, larynx (tenggorokan), trache, dan bronchus dengan bronkeolusnya.
Organ atau alat pernapasan pada manusia terdiri dari hidung, pangkal tenggorokan, batang tenggorokan, cabang batang tenggorokan, dan paru-paru. (Syamsuri, 2007: 85)
Metodologi Penelitian
Pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif. Menurut Arikunto (2006: 12) Pendekatan secara kuantitaif merupakan pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Dengan pedekatan ini mereka (Para peneliti) akan mendapatkan hasil penelitiannya secara terperinci.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen. Bentuk metode eksperimen yang digunakan adalah dengan menggunakan bentuk, yaitu (quasi experiment). Menurut Sukmadinata ( 2010: 59) Quasi eksperiment pada dasarnya hampir sama dengan eksperiment murni, bedanya adalah dalam pengontrolan variabel.
Dalam penelitian ini desain yang digunakan adalah one group pretest-postest design. Di dalam desain ini tes dilalukan sebanyak dua kali yaitu sebelum dan sesudah experiment. Sebelum experiment (T1) disebut pretest dan sesudah eksperimen (T2) disebut posttest. Menurut (Sogiyono, 2006: 110 – 111) Bentuk desain ini hasil penelitian dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum di beri perlakuan.
Menurut (Sanjaya, 2013: 103) Bentuk Desain ini dapat dilihat di bawah ini:
|
|
| Prates Perlakuan Pascates
T1 X T2
|
|
Gambar 2. Desain kelompok Tunggal denganPra dan Pascates (Sanjaya, 2013: 103)
Tabel 1.
Kelebihan Dan Kekurangan Desain One Group Pretest Postest
| Kelemahan |
Kelebihan |
| – Tidak ada jaminan bahwa X adalah satu-satunya faktor atau bahkan faktor utama yang menimbulkan perbedaan antara T1 dan T2.
– Ada beberapa hipotesis tandingan yang mungkin diajukan
1. History: selama mendapat perlakuan sebagian subjek pindah ke rumah yang lebih baik atau orangtua mereka lebih menaruh perhatian terhadap kegiatan belajar mereka
2. Maturation: kenyataan bahwa mereka menjadi lebih, atau menjadi kurang menaruh perhatian, atau menjadi lebih antusias. |
– Pretest itu memberi landasan untuk membuat komparasi prestasi subjek yang sama sebelum dan sesudah dikenai X (experimental treatment).
– Rancangan ini juga memungkinkan untuk mengontrol selection variable dan morality variable, jika subjek yang sama mengambil T1dan T2 kedua-duanya. |
Sumber : http://senidanrupa.blogspot.com/2013/04/desain-penelitian.html {05.45 03 Desember 2013)
Variabel penelitian:
- Variabel Bebas (X) sering disebut juga variabel Independent, yaitu variabel yang mempengaruhi variable lain, adapun variabel (X) ini adalah Penggunaan media powerpoint
- Variabel Terikat (dependent) atau Y adalah Hasil belajar.
Data yang diperoleh yaitu dari siswa kelas VIII, maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelasVIII di SMPN 1 Karangtengah. Untuk sampel penelitian, Menurut Arikanto (2006: 131) sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dalam penelitian sampel diambil dari populasi yaitu 1 kelas siswa kelas VIII SMPN 1 Karangtengah serta di ambil tehnik samplingnya secara simple random sampling
Untuk pengumpulan data serta pengolahannya tentang variabel yang akan diteliti maka kegiatan penelitian ini digunakan intsrumen. Menurut Arikunto (2006: 160) instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Adapun instrument yang digunakan adalah tes dan angket.
Dalam tahap analisis data penelitian, data yang dihasilkan penelitian ini dalam bentuk tes. Untuk tes yang digunakan adalah tes pretest dan posttest. Sebelum tes- tes ini disajikan atau diberikan kepada siswa, soal ini perlu diuji cobakan terlebih dahulu.Hal ini diperlukan karena untuk mengetahui tingkat kesukaran, validitas dan reliabilitas soal.
Dalam penelitian ini pengolahan data dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu melalui metode quasi eksperimen. Metode analisis data yang digunakan untuk menguji objek penelitian ini menggunakan uji statistik, dengan menggunakan bantuan program aplikasi Microsoft Exel.
Untuk menganalisa data dilakukan dengan analisa statistik untuk data kuantitatif, sebagai berikut:
- Uji Normalitas
Untuk menguji normalitas distribusi tiap kelompok sampel dilakukan uji chi kuadrat
- Uji t ( ujihipotesis)
- Menentukan normalitas sebaran data
- Menentukan t hitung
- Menentukan derajat kebebasan (db)
- Menentukan nilai t dari table
- Pengujian hipotesis
Untuk uji dua pihak Kriteria :
jika thitung < t(1-α) (db), maka Ho diterima
jika thitung > t(1-α) (db), maka Ho ditolak
Hasil Penelitian Dan Pembahasan
Pada penelitian ini digunakan penelitian Quasi Eksperimental design dengan model one group pretest – posttest design. Model ini kelompok tidak diambil secara acak atau pasangan, juga tidak ada kelompok pembanding tetapi di beri tes awal tes akhir disamping perlakuan.
Untuk mengetahui peningkatan rata- rata skor tes sebelum dan sesudah perlakuan, diperoleh dengan membandingkan hasil pretest dan postest. Pretest adalah tes awal yang dilakukan sebelum proses pembelajaran, sedangkan postest adalah tes akhir setelah proses pembelajaran belangsung. Dari hasil pretest dan postest akan di peroleh selisih (gain) antara keduanya. Gain yang sudah dihitung dengan menggunakan uji t yang merupakan salah satu yang menunjukan seberapa besar pengaruh penggunaan powerpoint terhadap hasil belajar kognitif siswa sebelum dan sesudah setelah pembelajaran berlangsung
- Hasil Belajar Kognitif Siswa Sebelum Menggunakan Powerpoint Dalam pembelajaran IPA (Hasil Pretest)
Data yang diperoleh dari hasil pretest sebelum di analisis terlebih dahulu dihitung dengan menggunakan statistik berikut ini:
Tabel 2.
Hasil Perhitungan Pretest
| No |
Statistik |
Jumlah |
| 1 |
N |
31 |
| 2 |
∑ |
1050 |
| 3 |
X |
33,87 |
Keterangan:
N : Jumlah seluruh peserta pretest
∑ : Jumlah nilai pretest seluruh siswa
X : Nilai rata- rata pretest
Setelah didapatkan nilai siswa dari uji pretest kemudian di uji normalitasnya dari sebaran data tersebut dan diperoleh bahwa hasil belajar siswa sebelum pembelajaran berdistribusi normal dan mempunyai nilai x2 hitung < x2 tabel (Subana, 2005 : 132) atau 6,757 < 11,34.
- Hasil Belajar Kognitif Siswa Setelah Menggunakan Powerpoint Dalam pembelajaran IPA (Hasil postest)
Data yang diperoleh dari hasil postest sebelum dianalisis terlebih dahulu dihitung dengan menggunakan statistik sebagai berikut:
Tabel 3.
Hasil Perhitungan Postest
| No |
Statistika |
Jumlah |
| 1 |
N |
31 |
| 2 |
∑ |
2210 |
| 3 |
X |
71,29 |
Keterangan:
N : Jumlah seluruh peserta postest
∑ : Jumlah nilai postest seluruh siswa
X : Nilai rata- rata postest
Setelah didapatkan nilai siswa dari uji postest kemudian di uji normalitasnya dari sebaran data tersebut dan diperoleh bahwa hasil belajar siswa sesudah pembelajaran berdistribusi normal dan mempunyai nilai x2 hitung < x2 tabel (Subana, 2005 : 132) atau 8,884 < 11,34.
Data – data hasil belajar kognitif siswa dalam mata pelajaran IPA Biologi khususnya sub konsep organ sistem pernapasan pada manusia yang dikumpulkan dalam penelitian dengan pemberian soal tes kemampuan awal (pretest) dan tes kemampuan akhir (postest) siswa.
Pretest diberikan kepada siswa sebelum dimulai pembelajaran, sedangkan postest diberikan pada akhir pembelajaran dengan tujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana hasil belajar siswa terhadap bahan pelajaran setelah mengalami kegiatan pembelajaran dengan menggunkan powerpoint. Dengan jumlah tes dan bentuk tes yang sama dengan pretest.
Data yang diperoleh dari nilai pretest dan nilai postest dapat dipakai untuk mendapatkan nilai gain (selisih) yaitu dengan cara mengurangi nilai postest masing- masing siswa dengan nilai pretest. Maka perlakuan seperti itu dapat di lihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4
Rekapitulasi Nilai Pretest, Posttest dan Gain
|
Pretest |
Postest |
Gain |
| Skor |
Presentase |
Skor |
Presentase |
Skor |
Presentase |
| Jumlah (∑) |
1050 |
|
2210 |
|
1160 |
|
| Rata- rata(X) |
33,87 |
33,87% |
71,29 |
71,29% |
37,41 |
37, 41% |
Berdasarkan tabel rekapitulasi nilai pretest dan postest siswa pada sub konsep organ-organ dalam sistem pernapasan manusia dengan menggunakan powerpoint dapat diketahui nilai rata – rata pretest sebesar 33,87 dengan presentase 33,87%, nilai rata- rata postest sebesar 71,29 dengan presentase 71,29% dan nilai gain sebesar 37,41 dengan presentase 37,41%. Dengan nilai tersebut dapat diketahui penggunaan pada bidang studi IPA dalam sub konsep organ-organ system pernapasan manusia dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa sebesar 37,41%. Aspek yang paling meningkat sangat baik adalah pada hasil nilai- nilai postest. Peningkatan tersebut dapat terjadi dari gabungan proses antara pengerjaan latihan, dan tanya jawab. Hal ini menunjukan bhwa proses pembelajaran dapat dikatakan berhasil.
Selain itu, untuk mengetahui lebih jelas ada tidaknya pengaruh penggunaan powerpoint terhadap hasil belajar kognitif siswa perlu dilakukan perhitungan uji t dengan kriteria jika t hitung > t tabel atau 20,35 > 2,475. Maka dapat disimpulkan terdapat peningkatan yang signifikan raihan skor IPA Biologi pada sub konsep organ-organ dalam sistem pernapasan pada manusia antara pretest, posttest, dan gain (Subana, 2005 : 132).
Data untuk mengetahui sejauhmana respon siswa pada penggunaan powerpoint pada pembelajaran IPA sub konsep organ-organ sistem pernapasan manusia yaitu dengan skala likert yang tujuannya untuk mengidentifikasi kecenderungan atau sikap orang. Bentuk skala ini menampung pendapat yang mencerminkan sikap sangat setuju, setuju, ragu- ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Rentang skala ini diberi skor 1 sampai 5. Aspek yang digunakan mencangkup tanggapan tentang powerpoint pada sub konsep organ-organ pada sistem pernapasan manusia, apersepsi, aktivitas, penugasan dan evaluasi. Jumlah seluruh item pernyataan adalah 20 pernyataan dengan 5 aspek.
Hasil penelitian yang di peroleh mengenai respon siswa pada sub konsep orga-organ pada sistem pernapasan manusia dengan menggunakan powerpoint adalah sebagai berikut:
Tabel 4.2
Respon Siswa Terhadap Penggunaan Powerpoint Pada Pembelajaran IPA Sub Konsep Organ-Organ Sistem Pernapasan Manusia
|
No |
Pernyataan |
Sangat Setuju |
Setuju |
Ragu- Ragu |
Tidak Setuju |
Sangat Tidak Setuju |
| SS |
S |
RR |
TS |
STS |
| % |
% |
% |
% |
% |
| 1 |
Powerpoint |
21,90% |
19,30% |
6,90% |
16,90% |
12,50% |
| 2 |
Apersepsi |
17,50% |
25,60% |
11,90% |
15,60% |
6,90% |
| 3 |
Aktivitas |
25,60% |
15% |
11,30% |
13,80% |
11,80% |
| 4 |
Penugasan |
13,80% |
29,40% |
11,80% |
11,90% |
10,60% |
| 5 |
Evaluasi |
18,10% |
27,50% |
13,10% |
10% |
8,80% |
Dari tabel 4.8 diatas dapat diketahui rata- rata jawaban siswa dari tiap aspek adalah setuju (S), dan yang paling banyak menjawab setuju adalah pada aspek penugasan yaitu sebesar 29,40%. Artinya pembelajaran dengan menggunakan powerpoint yang penugasannya banyak di tanggapi dengan baik dapat diterima oleh siswa, dan pada umumnya siswa memahami konsep powerpoint yang diberikan guru mengenai organ-organ pada system pernapasan manusia. Maka sikap / tanggapan siswa terhadap pembelajaran IPA dengan menggunakan powerpoint dapat di katakan tinggi.
Peningkatan rata- rata persentase minat siswa dalam pembelajaran menggunakan powerpoint dengan sub konsep Organ-organ pada sistem pernapasan manusia dengan kualifikasi jawaban adalah setuju per aspek. Hal ini menunjukan powerpoint dapat di pahami dengan baik.
Pengujian hipotesis dilakukan dengan ketentuan : “ Tolak Ho” jika t hitung > t tabel. Dari hasil perhitungn diketahui t hitung 20,35 > t tabel 2,475; dengan demikian Ho di simpulkan bahwa pada tingkat kepercayaan 99% “Penggunaan powerpoint mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran IPA dalam sub konsep organ-organ system pernapasan pada manusia”
Berdasarkan data dari hasil penelitian, data yang terkumpul berupa data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil angket sedangkan kuantitatif diperoleh dari hasil jawaban pada pretest dan posttest. Data tersebut kemudian dianalisis secara posttest dan dari keduanya di deskripsikan sehingga diperoleh suatu kesimpulan.
Sebelumnya data dari penelitian dari instrument soal harus di validitas dan reliabilitas. karena dengan menggunakan instrument yang valid dan reliable dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan reliable. Menurut Arikunto (2006:173) instrument yang valid dan reliabel merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel.
Setelah kita ketahui hasil instrument yang valid dan reliable akan kita ketahui daya pembeda dan tingkat kesukaran instrument tersebut. Dengan hasil tersebut uji normalitas sola pretest posttest baru kita analisis. Hal ini dilakukan agar kita tahu baru data yang dihasilkan berdistribusi normal atau tidak normal.
- Hasil Belajar Kognitif Siswa Dengan Menggunakan Powerpoint Pada Pembelajaran IPA
Dari data hasil belajar kognitif siswa berdasarkan grafik 3.1 dapat di lihat nilai rata- rata pretest adalah 33,87%, nilai rata-rata postest adalah 71,29 sedangkan nilai rata- rata gain adalah 37,41%. Setelah dilakukan analisis data uji t menunjukan hasil belajar kognitif siswa dalam sub konsep organ-organ pada system pernapadsan manusia dengan menggunakan powerpoint mengalami peningkatan dan berpengaruh terhadap hasil belajar yaitu dengan nilai t hitung > t tabel atau 20,35 > 2,475. Maka dapat disimpulkan terdapat peningkatan yang signifikan raihan skor IPA pada sub konsep organ-organ pada ostte pernapasan manusia dengan menggunakan powerpoint antara pretest, posttest dan gain (Subana, 2005 : 132).
Menurut Ramlan Desma (2013) dalam penelitiannya pengaruh penggunaan macromedia lash, program powerpoint dan peta konsep terhadap hasil belajar kimia pada pokok bahasan hidrokarbon, penggunaan program ini pun memiliki kelebihan sebagai berikut : (a). Penyajiannya menarik karena ada permainan warna, huruf dan animasi baik animasi teks maupun animasi gambar atau foto. (b). Lebih merangsang anak untuk mengetahui lebih jauh informasi tentang bahan ajar yang tersaji. (c). Pesan informasi secara visual mudah dipahami peserta didik. Hal ini menunujkkan bahwa powerpoint dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
- Pengaruh Penggunaan Powerpoint Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Di SMPN 1 Karangtengah
Berdasarkan tabel rekapitulasi nilai pretest dan postest diatas siswa pada sub konsep organ-organ dalam sistem pernapasan manusia dengan menggunakan powerpoint dapat diketahui nilai rata – rata pretest sebesar 33,87 dengan presentase 33,87%, nilai rata- rata postest sebesar 71,29 dengan presentase 71,29% dan nilai gain sebesar 37,41 dengan presentase 37,41%. Dengan nilai tersebut dapat diketahui penggunaan pada bidang studi IPA dalam sub konsep organ-organ system pernapasan manusia dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa sebesar 37,41%.
Sedangkan Dari tabel 4.8 diatas dapat diketahui rata- rata jawaban siswa dari tiap aspek adalah setuju (S), dan yang paling banyak menjawab setuju adalah pada aspek penugasan yaitu sebesar 29,40%. Artinya pembelajaran dengan menggunakan powerpoint yang penugasannya banyak di tanggapi dengan baik dapat diterima oleh siswa, dan pada umumnya siswa memahami konsep powerpoint yang diberikan guru mengenai organ-organ pada system pernapasan manusia. Maka sikap / tanggapan siswa terhadap pembelajaran IPA dengan menggunakan powerpoint dapat di katakan tinggi. Darmawan (2012: 162) mengemukakan bahwa powerpoint merupakan office bagi para programer pembelajaran yang sangat menguntungkan. Hal ini dilihat pada versi powerpoint yang semakin maju dengan kelangkapan fitur-fitur yang semakin lengkap.
Dari data dan penjelasan diatas membuktikan bahwa penggunaan powerpoint mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran IPA di SMPN 1 Karangtengah. Terbukti pula bahwa powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar siswa, karena siswa menjadi lebih dapat memahami dan menerapkan konsep dari organ-organ pada sistem pernapasan manusia. Untuk itu (Ha) Diterima dan (Ho) ditolak. Jadi Terdapat pengaruh dalam penggunaan media powerpoint terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa pada pokok bahasan organ-organ pada sistem pernapasan manusia.
Simpulan dan Saran
Berdasarkan hasil penelitian mengenai Penggunaan Powerpoint Terhadap peningkatan hasil belajar kobnitif siswa pada bidang studi IPA Sub Konsep Organ-Organ Sistem Pernapasan Manusia di SMPN 1 Karangtengah, dapat disimpulkan bahwa:
- Hasil belajar siswa sebelum menggunakan powerpoint dalam pembelajaran IPA di SMPN 1 Karangtengah rendah
- Hasil belajar siswa setelah menggunakan powerpoint dalam pembelajaran IPA di SMPN 1 Karangtengah baik.
- Terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan powerpoint terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di SMPN 1 Karangtengah
Dari simpulan diatas menunjukan bahwa secara empirik terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan powerpoint terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di SMPN 1 Karangtengah.
Berdasarkan hal tersebut rekomendasinya sebagai berikut:
- Bagi Sekolah
Disarankan agar sekolah bisa memilih alternative media yang lebih bisa meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa dalam tiap pembelajaran, khususnya pembelajaran IPA.
- Bagi guru
Guru IPA hendaknya menggunakan powerpoint dalam pembelajaran IPA khususnya bada sub konsep organ-organ pada sistem pernapasan manusia.
- Bagi siswa
Siswa hendaknya lebih termotivasi dan semangat dalam pembelajaran IPA khususnya sub konsep organ-organ pada sistem pernapasan manusia.
Daftar Pustaka
Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara
Arikunto. (2009). Dasar- Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Darmawan. (2012). Teknologi pembelajaran. Bandung: PT. Rosdakarya
Ketut Suarningsih. (2013). Fungsi dan kegunaan Microsoft word . (Online), tersedia: http://ktsuarningsih.wordpress.com/2013/01/12/fungsi-dan-kegunaan-microsoft-word/ (Januari 12 2013)
Muhibbin Syah. ( 2006). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Muhibbin Syah. (2008). Psikologi Pendidikan (Pendekatan Baru). Bandung: PT. Rosdakarya
Nana Sudjana. (2004). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Rosdakarya.
Qurotul Novida Priyanti. (2013) Proposal. (Online). Tersedia: http://www.slideshare.net/QurotulNovidaPriyanto/fix-proposal [12.2013]
Sanjaya. (2013). Penelitian Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group
Subana. (2005). Statistik Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia
Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Pendidikan, Bandung, Alfabeta..
Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Pratik, Jakarta: Rineka Cipta
Sukmadinata. ( 2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Usman. (2009). Menjadi Guru Professional. Bandung,:Rosdakarya.
———–. Alat Pernapasan Manusia. http://biologilma.blogspot.com/2011/02/alat-pernapasan-manusia.html{20.01 06desember2013}