Seperti kita ketahui bersama, beberapa hari terakhir ini masyarakat heboh karena penemuan sosok Nabi Muhammad saw. yang divisualisasi dengan gambar pada buku bacaan anak-anak sekolah di Solo Jawa Tengah. Seorang bapak yang menemukan gambar nabi dari buku bacaan anaknya itu spontan langsung melapor kepada pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi mengenai hal ini. Banyak yang mempertanyakan dan menyayangkan kemunculan visualisasi nabi Muhammad tersebut, karena dianggap menyalahi tradisi dan ajaran Islam yang sudah berjalan selama ini. Respons masyarakat pun ramai bermunculan, bahkan ada yang turun ke jalan untuk menentang atau melawan peredaran visualisasi Rasulullah tersebut, karena dianggap berbau pelecehan pada sosok dan pribadi Muhammad S.A.W.
Visualisasi Figur Pembawa Risalah dan Pengalaman Agama agama
Secara historis, visualisasi tokoh pembawa risalah atau Tuhan merupakan pengalaman semua gama, kecuali Islam dan Yahudi. Seperti agama Kristen, umpamanya, visualisasi Yesus Kristus dan Maria dalam bentuk gambar atau patung adalah sesuatu yang tidk bertentangan dengan norma agama. Begitu juga dalam agama Budha, Hindu, Konghuchu, dsb. Visualisasi tokoh-tokoh sentral agama itu tidak dimaknai pelecehan apapun terhadap agama, tapi justru sebaliknya. Gambar atau patung tokoh-tokoh sentral agama itu telah menjadi objek suci dalam tempat-tempat peribadatan mereka. Bahkan Nurcholish Madjid pernah berseloroh bahwa bisa dikatakan semua agama, kecuali Islam dan Yahudi, nyaris terjebak pada pengkudusan, pengkultusan dan bahkan menjurus pada penyembahan terhadap si pembawa risalah/agama. Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya visualisasi sang tokoh agung/suci tersebut dan kemudian menjadi objek suci di tempat-tempat peribadatan agama-agama dimaksud.