Kelemahan ganda di atas menghasilkan pemahaman yang dangkal terhdap aneka macam peradaban yang berlainan, demikian pula terhadap kesamaan, keterkaitan dan kesalingtergantungan antara semua peradaban itu dalam ide-ide keilmuan, tektonologi, matematika, politik, sosial dan ekonomi.
Menurutnya, memandang orang terutama sebagai bagian dari suatu peradaban, berarti mengerdilkan orang menjadi satu dimensi saja. Sehingga menurutnya, tesis Huntington ini cacat sebelum kita mempertanyakan apakah peradaban-peradaban yang saling berlainan itu (yang berdasarkan kategorisasi tersebut penduduk dunia bisa dibagi-bagi secara rapi) akan niscaya berbenturan.
Secara lebih tegas, Sen mengemukakan bahwa pengelompokan tersebut tidak bisa dipandang sebagai satu-satunya sistem yang shahih untuk menggolong-golongkan orang di seluruh penjuru jagat. Dengan memilah-milah seperti itu, sesungguhnya daya adu domba yang terkandung dalam sistem klasifikasi itu telah dimanfaatkan secara implisit untuk menempatkan manusia ke dalam kotak-kotak tunggal yang sangat kaku.
Dengan tesisnya tersebut, Huntington telah menabur angin sejak awal dekade 90-an, dan kini, angin itu sudah berubah menjadi badai yang menghancurkan perdamaian dunia oleh sentimen Barat terhadap Islam dan begitu sebaliknya. Penistaan Barat yang bertubi-tubi terhadap Islam dan umatnya yang kemudian direspons secara massif dan juga anarkhis oleh umat Islam di berbagai penjuru dunia jelas-jelas merupakan fakta benturan peradaban Islam dan Barat yang telah dipicu oleh teori yang naif tersebut.
Anehnya, justru bukan dari kalangan Muslim yang melihat kerancuan tesis tersebut, tapi seorang Hindu, kelahiran India, Amartya Sen, yang melihat dan membeberkan betapa naif dan keblingernya teori ini, yang akan mengurung masyarakat dunia ke dalam ruang yang sangat sempit (peradaban atau agama) dan menjebak mereka ke dalam pertikaian antar budaya atau antar agama, terutama antara Islam dan Barat.******
DAFTAR BACAAN
1. Amartya Sen, The Illusion of Destiny, (New York: 2006)
2. Nasir Tamara(ed.), Dialog Agama dan Dialog Antar Peradaban, (jakarta: Yayasan paramadina, 1996
3. Samuel P. Huntington, Benturan Antar Peradaban, (Yogjakarta: Al-Qalam, 2000)
4. Vaclav Havel, “The Measure of Man”, New York Times, 8 Juli 1994,