KERANCUAN TEORI “THE CLASH OF CIVILIZATION” HUNTINGTON

KERANCUAN TEORI “THE CLASH OF CIVILIZATION” HUNTINGTON

Pertikaian antar ­suku dan konflik-konflik antar etnis – dalam konteks perada­ban -akan senantiasa terjadi. Kekerasan yang terjadi dikarenakan konflik antar negara dan antar peradaban, secara tak terelakkan mengundang negara-negara dan kelompok-kelompok peradaban lain untuk memberikan dukungan terhadap “negara-negara sau­dara” mereka.[8]

Menurut Huntington, hal ini terjadi disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:[9]

Pertama, perbedaan antara peradaban tak hanya riil, tapi juga mendasar. Peradaban terdiferensiasi oleh sejarah, bahasa, budaya, tradisi, dan yang lebih penting lagi, agama. Perbedaan peradaban melahirkan perbedaan dalam memandang hubungan manusia dan Tuhan, individu dan kelompok, warga dan negara, orang tua dan anak, suami dan istri, hak dan kewajiban, kebebasan dan kekuasaan, kesejajaran atau kesamaan dan herarkhi. Perbedaan in hasil proses berabad-abad. Perbedaan tidak mesti melahirkan konflik, dan konflik tidak sendirinya melahirkan kekerasan. Tapi selama berabad-abad, perbedaan telah menimbulkan konflik yang paling keras dan paling lama.

Kedua, dunia sekarang semakin menyempit. Interaksi antara orang yang berbeda peradaban semakin meningkat. Interaksi yang meningkat ini mempertajam kesadaran dan rasa perbedaan preadaban antara orang-orang yang berbeda peradaban tapi juga mempertajam kesadaran akan kesamaan-kesamaan yang terdapat dalam peradaban itu. Interaksi antara orang-orang yang berbeda peradaban meningkatkan kesadaran peradaban-peradaban mereka sehingga pada gilirannya memperkuat perbedaan dan kebencian yang merentang atau dipandang merentang jauh ke belakang dalam sejarah.

Ketiga, proses modernisasi ekonomi dan prubahan sosial dunia membuat orang atau masyarakat tercerabut dari identitas lokal mereka yang sudah berakar dalam, disamping memperlemah negara bangsa sebagai sumber identitas mereka. Banyak agama dunia yang telah mengisi gap ini, sering dalam bentuk gerakan yang dicap “fundamentalis”.

Keempat, tumbuhnya kesadaran peradaban dimungkinkan karena peran ganda Barat. Di satu sisi, Barat berada di puncak kekuatan. Dan di sisi lain, dan ini mungkin akibat posisi Barat tersebut, kembalinya ke fenomena asal, sedang berlangsung di antara beradaban-peradaban non-Barat . seperti semangat “Asianisasi” di jepang, semangat “Hindunisasi” di India, “Islamisasi” di Timur Tengah, dan lain sebagainya.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *