KERANCUAN TEORI “THE CLASH OF CIVILIZATION” HUNTINGTON

KERANCUAN TEORI “THE CLASH OF CIVILIZATION” HUNTINGTON

Sen melihat tesis “benturan antar peradaban” berpijak dari ide dasar sistem klasifikasi tentang penduduk dunia berdasarkan peradaban dan agama (dengan pendekatan soliteris terhadap identitas manusia), dimana berbeda tajam dengan pengelompokan atas dasar kebangsaan dan kelas yang lebih dulu muncul. Pendekatan soliteris ini, menurut Sen, membuka jalan bagi lahirnya kesalahpahaman di antara hampir setiap orang di dunia. Pendekatan ini tentu berpotensi menimbulkan konflik, kekerasan dan kekejian yang mendera penduduk dunia.

Sen, dalam makalahnyan mengemukakan bahwa terdapat dua kelemahan tentang penjelesan berbasis peradaban dalam melihat berbagai peristiwa dunia kontemporer. Pertama, kelemahan yang paling mendasar terletak pada digunakannya satu bentuk yang ambisius dari ilusi tentang ketunggalan identitas. Maksudnya bahwa klasifikasi tunggal tentang identitas manusia merupakan satu-satunya sistem yang sesuai. Dalam hal ini, Sen masih mempertanyakan “apakah memang peradaban itu saling berbenturan?[12] Kelemahan kedua, menurut Sen adalah betapa serampangannya karakterisasi yang diberikan kepada peradaban-peradaban dunia. peradaban-peradaban itu dianggap homogen dan jumud, padahal analisa empiris terhadap masa lalu dan masa kini tidak menunjukkan kecenderungan demikian.[13] Berbagai keragaman penting diabaikan begitu saja, sementara interaksi antar peradaban tersebut secara substansial dilupakan.

Kelemahan ganda di atas menghasilkan pemahaman yang dangkal terhdap aneka macam peradaban yang berlainan, demikian pula terhadap kesamaan, keterkaitan dan kesalingtergantungan antara semua peradaban itu dalam ide-ide keilmuan, tektonologi, matematika, politik, sosial dan ekonomi.[14]

Menurutnya, memandang orang terutama sebagai bagian dari suatu peradaban (misalnya, dalam kategorisasi Huntington, bagian dari “dunia Barat”, “dunia Islam”, “dunia Hindu”, “dunia Budha”) berarti mengerdilkan orang menjadi satu dimensi saja. Sehingga menurutnya, tesis Huntington ini cacat sebelum kita mempertanyakan apakah peradaban-peradaban yang saling berlainan itu (yang berdasarkan kategorisasi tersebut penduduk dunia bisa dibagi-bagi secara rapi) akan niscaya berbenturan. [15]

Secara lebih tegas, Sen mengemukakan bahwa pengelompokan tersebut tidak bisa dipandang sebagai satu-satunya sistem yang shahih untuk menggolong-golongkan orang di seluruh penjuru jagat. Dengan memilah-milah seperti itu, sesungguhnya daya adu domba yang terkandung dalam sistem klasifikasi itu telah dimanfaatkan secara implisit untuk menempatkan manusia ke dalam kotak-kotak tunggal yang sangat kaku.[16]

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *