KOEKSISTENSI KERAGAMAN KULTURAL PERSPEKSTIF ISLAM

KOEKSISTENSI KERAGAMAN KULTURAL PERSPEKSTIF ISLAM

[34] . H.A.R. Tilaar, Multikulturalisme: Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendiikan Nasional, (Jakarta: PT. Grasindo, 2004),

[35] . Nasikun, Masyarakat Transisi, (Yogjakarta: Pustaka Pelajar, 1999).

[36] . Dawam Rahardjo, Op.cit. hlm. 185.

[37] . Secara lebih rinci, baca, Samuel Huntington, The Clash of Civilizaton,………….

[38] . Dawam Raharjo, Op.cit. hlm. 184.

[39] . salah satu ayat al-Qur’an yang secara eksplisit memerintahkan kaum Muslim untuk melakukan dialog mencari titik temu dengan kaum Ahli Kitab adalah QS. Ali Imran (3): 64-65:

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ [٣:٦٤]

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

 

[40] . Agama biasanya hanya dipakai sebagai alat legitimasi, karena perbedaan agama mengandung unsur-unsur fanatisme yang mampu memotivasi masyarakat untuk melakukan tindakan kekerasan. Lihat Dawam Rahardjo, Op.cit. hlm. 193.

[41] . QS. al-Nahl (16): 125:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ [١٦:١٢٥]

[42] . QS. al-Ankabut (29): 46.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *