Secara terminologis, toleransi, yang kata sifatnya adalah toleran diartikan sebagai sifat atau sikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.[21] Lorens Bagus mendefinisikan toleransi sebagai sikap seseorang yang bersabar terhadap keyakinan filosofis dan moral orang lain yang dianggap berbeda, dapat disanggah, bahkan keliru. Dengan sikap itu ia tidak mencoba membrangus keyakinan-keyakinan tersebut. Namun begitu tidak berarti setuju dengan keyakinan itu, dan juga tidak acuh takacuh terhadap kebenaran dan kebaikannya, melainkan lebih pada sikap hormat terhadap pluriformitas dan martabat manusia yang bebas.[22]
Dalam bahasa Arab, toleransi biasa disebut dengan istilah “tasâmuh”3 yang artinya sikap membiarkan, lapang dada, murah hati, dan suka berderma. Dengan demikian, toleransi (tasamuh) bisa dikatakan sebagai sikap menghargai dan menghormati keyakinan atau kepercayaan, budaya dan kultur orang lain dengan penuh kerelaan, kesabaran dan kesadaran. Sikap membiarkan dan membolehkan yang terkandung dalam pengertian toleransi di atas, tentu tidak bertendensi untuk ikut membenarkan keyakinan atau kepercayaan orang lain, tapi lebih kepada penghargaan dan penghormatan atas hak asasi orang lain terkait dengan pendirian dan keyakinannya.
Toleransi, dengan demikian, mengandaikan adanya rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati antara satu dengan yang lain dengan tetap menjunjung tinggi rasa persatuan dan persaudaraan demi mewujudkan kehidupan yang damai, tentram dan bahagia.
Sebagaimana dikemukakan di muka, bahwa Islam adalah agama rahmat bagi seluruh umat dan alam semesta. Karenanya, Islam datang tidak hanya untuk mempertahankan eksistensinya sebagai agama, tetapi juga mengakui eksistensi agama-agama lain, dan menghormatinya.
Al-Qur’an sebagai otoritas dan sumber utama umat Islam sangat menghargai perbedaan dalam kerangka pluralitas dan multikulturalitas manusia. Hal yang demikkian dibuktikan melalui konsep toleransi yang ditegaskan dalam al-Qur’an itu sendiri, dan juga melalui sunnah Rasulullah.